A homepage subtitle here And an awesome description here!
Tampilkan postingan dengan label features. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label features. Tampilkan semua postingan

Selasa, 27 April 2021

Tips Mengatur Keuangan untuk Freelancer




Di era digital seperti sekarang, banyak yang mulai memilih lepas atau freelancer. Orang mulai berubah orientasi mengenai pekerjaan dan tidak lagi terpaku untuk bekerja penuh waktu dengan waktu dan tempat yang ditentukan. Menjadi pekerja lepas memberi keleluasaan bagi seseorang dalam mengatur waktu dan tempat bekerja.

Berkembangnya trend bekerja lepas ini tak bisa dipisahkan dengan semakin bagusnya koneksi internet yang bisa memudahkan komunikasi antara pekerja dan pemberi kerja. Jadi seseorang tak perlu lagi duduk manis di kantor dari pagi sampai sore terutama untuk jenis pekerjaan yang tidak membutuhkan banyak interaksi.

Beberapa pekerjaan yang makin banyak menawarkan pekerjaan lepas untuk para freelancer ini seperti desain grafis, ilustrator, content writer, fotographer, video dan movie maker, interpreter dan sejumlah pekerjaan kreatif lain. Bidang kerja ini biasanya lebih berorientasi pada hasil sehingga pekerjaan bisa dilakukan by project dengan tenggat tertentu.

Selain karena banyaknya pekerjaan yang menawarkan project untuk para pekerja lepas, freelancer makin diminati karena perubahan pola pikir dan gaya hidup masyarakat. Freelancer memungkinkan seseorang untuk bekerja dari mana saja dan kapan saja sehingga tidak terikat waktu. Seseorang jadi lebih bisa mengatur waktu dan menyesuaikan dengan kebutuhan keluarga dan orang tercinta.

Meski memiliki banyak keuntungan, bagi sebagian orang, bekerja sebagai freelancer dianggap belum terlalu menguntungkan karena tidak ada jaminan atau kepastian income. Padahal sebenarnya, bila bisa mengelola dengan baik, seorang freelancer bisa mendapatkan income yang stabil. Bahkan tak sedikit juga para freelancer yang justru mendapat income lebih besar dari para pekerja kantoran.





Nah, agar bisa mengelola keuangan dengan baik, berikut beberapa tips yang bisa dilakukan para freelancer

1.      Bangun jejaring
 
Jejaring atau networking merupakan modal besar yang dimanfaatkan para pekerja lepas atau freelancer. Semakin banyak jejaring dalam bidang kerja yang ditekuni biasanya akan makin informasi mengenai peluang pekerjaan.

Lewat jejaring atau networking itu pula kita jadi lebih cepat mengetahui info-info pekerjaan yang bisa dilakukan. Jangan sungkan juga untuk rajin bertanya dan meninggalkan nomor kontak pada relasi yang dimiliki agar mereka mudah menghubungi saat ada pekerjaan yang sesuai dengan bidang keahlian yang dimiliki.
 
2.      Rajin bid pekerjaan

Bila ingin mendapatkan banyak pekerjaan, para freelancer harus rajin mengisi form atau membid setiap kali ada tawaran pekerjaan yang sesuai dengan bidang keahlian. Semoga dari sekian banyak pekerjaan yang diincar bisa dapat satu atau dua project. Oiya, agar banyak mendapat info job, jangan lupa untuk rajin mengecek berbagai situs website penyedia pekerjaan bagi freelancer ya.
 
3.      Jangan tunda pekerjaan

Saat kamu mendapatkan pekerjaan jangan tunda dan buang waktu. Ada baiknya langsung kerjakan setiap pekerjaan agar tak menumpuk. Menunda pekerjaan juga akan membuat pembayaran kamu tersendat. Bila pekerjaan segera selesai maka kamu bisa mengurus pembayaran.  Selain itu, saat pekerjaan cepat selesai, maka kamu pun bisa melakukan bid atau pindah ke pekerjaan baru.
 
4.      Catat setiap pekerjaan yang diterima

Jangan lupa untuk menyediakan satu buku atau file untuk mencatat semua pekerjaan yang diterima dan income yang didapat. Selain akan memudahkan kamu dalam menginventarisir pekerjaan yang diterima dan memudahkan untuk pengerjaan agar tidak ada yang lupa, pencatatan yang baik juga akan memudahkan kamu dalam merencanakan keuangan.

Dengan memiliki catatan setiap pekerjaan dan potensial income ini, kita bakal lebih mudah dalam mengatur rencana. Selain itu bisa menjadi motivasi untuk lebih bersemangat dalam mengapply dan menyelesaikan pekerjaan selanjutnya.




 
5.      Teliti dalam membuat invoice
 
Saat pekerjaan selesai, hal yang tak boleh ketinggalan adalah membuat invoice agar klien bisa segera melakukan pembayaran. Namun perlu diingat, telitilah saat membuat invoice. Jangan sampai salah input data atau angka. Jangan sampai pendapatan kamu berkurang hanya gara-gaa kesalahan saat membuat invoice.

Nah, satu hal lagi yang perlu diperhatikan buatlah invoice yang rapi sehingga mudah dibaca dan tidak membingungkan. Kamu bisa membuat invoice dengan berbagai bentuk yang unik. Agar invoice yang dibuat juga enak dilihat, kamu bisa mengunduh contoh-contoh invoice yang sudah disediakan oleh beberapa website seperti dari Kledo. Kamu bisa mengunduh berbagai contoh invoice dengan klik di sini
 
6.      Rencanakan keuangan dengan bijak

Saat pembayaran sudah dilakukan dan rekeningmu makin membengkak, jangan lupa untuk menyusun rencana keuangan dengan bijak. Atur pengeluaran seefisien mungkin dan tentu saja dengan selalu menyesuaikan dengan pendapatan rata-rata yang kamu dapat. Jangan sampai “besar pasak daripada tiang.”

Merencanakan keuangan dengan bijak akan membantu kita untuk mengatur agar pengeluaran tidak hanya terporsir untuk pengeluaran konsumtif saja. Kita juga menyisihkan pendapatan untuk keperluan dana  darurat, tabungan, dan pengeluaran rutin. Jangan lupa untuk selalu menyisihkan sebagian rezeki untuk berbagi dengan sesama ya.

Well, itu dia beberapa tips yang bisa jadi panduan bagi para freelancer atau kamu yang berminat untuk terjun menjalankan dunia freelancer. Meski kata orang dunia freelancer itu sering ga menentu, kamu tetap bisa survive kok asal bisa mengatur keuangan dengan baik.


 
Tetap bersemangat ya.
 
 
 
 
 


Jumat, 12 Februari 2021

Peluang Usaha 2021 Modal Kecil, 5 Hal Wajib Tahu Sebelum Memulai



Peluang usaha coffee shop, reseller, laundry hingga bisnis kecil lain terbuka pada 2021 meski di tengah kondisi Pandemi. 


Usaha jenis ini sangat banyak di sekitar kita, artinya sekali diputuskan untuk dimulai segenap energi dikerahkan agar bisnis tumbuh dan meraih pasar. 


Memulai usaha tidak didasari dengan coba-coba. Meski bukan sumber pemasukan utama, tetap harus dilakukan dengan sepenuh hati.


Lalu bagaimana memenangkan persaingan agar usaha dapat tumbuh? 

 

1. Mulai usaha dengan rencana yang baik

Sebuah idiom lama dalam bisnis menyebutkan 'gagal membuat rencana yang baik adalah merencanakan kegagalan'. 


Memang bisnis yang baik adalah dimulai, namun memulai tanpa rencana sama saja menyerahkan diri pada kepuasan pasar. Dengan menyiapkan rencana maka setidaknya sejumlah peluang dan risiko sudah terlihat saat menjalankannya. 


2. Usaha harus memiliki lokasi tetap

Tidak masalah bisnis bersifat online maupun fisik. Apapun modelnya harus terdapat saluran komunikasi dengan pelanggan. 


Misalnya menjadi reseller, maka nomor Whatsapp dan media sosial sebagai saluran komunikasi tidak boleh berganti-ganti. 


Demikian juga jika melakukan jemput bola dengan berjualan keliling. Jam kedatangan di setiap jalanan yang ditelusuri adalah sama. Ini akan membentuk kebiasaan dari pelanggan. 


3. Pastikan berikan produk atau jasa terbaik

Tidak masalah apapun produk yang dipasarkan, berikan harga yang pantas. Pantas dalam artian tidak menekan margin namun dalam rentang yang masih wajar dan mampu dijangkau pasar yang dituju. 


Produk yang diberikan juga yang terbaik di kelasnya. Langkah ini guna memastikan terbentuk pasar yang setia akan produk kita. 


4. Dalam usaha rintangan wajar

Dalam bisnis, maka sebuah hambatan dan rintangan adalah kewajaran. Tidak setiap hari kita bisa menang dari pasar. 


Yang dilakukan adalah membatasi risiko saat kesulitan datang dan melakukan optimalisasi laba jika rezeki sedang optimal. 


Membatasi risiko seperti melakukan stock barang secara terbatas sampai permintaan stabil atau menutup usaha dengan menggantinya dengan yang lain jika kondisi terus merugi.  


5. Dalam membangun usaha maka bentuk tim

Dalam memulai usaha adalah sewajarnya memulai dengan SDM seminimal mungkin. Meski begitu, seiring waktu berkembangnya bisnis dilakukan penambahan anggota tim. 


Saat melakukan pembentukan tim maka harus belajar mendelegasikan wewenang. Pertumbuhan bisnis akan datang seiring kemampuan mengelola tim dan memperluasnya untuk kesejahteraan bersama. 



Rabu, 24 Juni 2020

Menimang Investasi, Menyambung Masa Kini




Kenapa kita harus berinvestasi? Bukankah rezeki buat nanti sudah diatur? Ah kalau ngomongnya masih berputar di sini tidak akan ada ujungnya. Apalagi kalau sudah menyinggung urusan yang Di Atas. Soal Rezeki.

Sederhananya, saat kita mulai berpikir bagaimana kondisi keuangan di masa depan, bagaimana bisa melewati hari di tengah ketidakpastian akibat pandemic seperti sekarang, maka pilihannya adalah mulailah berinvestasi. Investasi hari ini akan menyelamatkan banyak hal di kemudian hari.

Masalah investasi ini sekarang menjadi semakin penting karena makin meningkatnya kebutuhan di masa mendatang. Coba deh bayangkan, kalau sekarang punya dua anak dan masih kecil, bagaimana nanti menyekolahkan mereka, menyiapkan rumah yang lebih baik untuk masa setelah lima tahun lagi.

Berdasarkan hitungan acak saya, biaya yang akan menjadi sangat besar itu adalah urusan dana pendidikan anak-anak. Bila dikalkulasi, biaya pendidikan untuk kuliah anak-anak pada 15-20 tahun mendatang bisa mencapai 10 kali lipat dari biaya yang harus dibayarkan hari ini.

Pilihan investasi menjadi sangat mungkin dilakukan karena lewat investasi kita bisa menyelamatkan nilai uang dari inflasi. Berinvestasi juga menjadi sangat penting karena makin besarnya kebutuhan jangka panjang.

Saat ini ada banyak memang pilihan investasi yang bisa dipilih. Ada investasi emas, investasi saham, tabungan, suku dan juga deposito. Berbagai pilihan investasi ini memiliki plus dan minus masing-masing. Sebagai contoh, investasi emas dianggap menjadi investasi yang paling aman. Namun, banyak yang mengeluhkan peningkatan nilai investasi dari emas tidak signifikan karena sifatnya lebih hanya lindung nilai saja.

Kalau investasi saham, peningkatan cukup signifikan. Namun, itu kalau beruntung. Bila sedang buntung bisa-bisa malah rugi besar. Tak selamanya investasi saham membawa keuntungan. Bayangkan bila misalnya kita atau trader yang dipercaya salah pilih nanam saham pada emiten yang tidak kuat, jangankan mendapatkan dividen atau kenaikan nilai investasi, saham yang ditanam bisa-bisa ambyar karena nilainya yang turun tajam. Atau bisa juga menjadi rugi karena harus exit di saat yang tidak tepat.

BIla investasi dengan tabungan, ah rasanya tak perlu dibahas. Menabung tidak bisa disebut investasi karena tidak ada penambahan nilai. Uang yang ditabung akan berjumlah sama atau bahkan mungkin menjadi kurang di beberapa tahun kemudian karena termakan inflasi dan biaya admin.

Bagaimana dengan deposito?  Belakangan, deposito menjadi pilihan investasi yang banyak digunakan karena dinilai aman dan dijamin pemerintah. Pertumbuhan investasi di sini relatif stabil dan aman. Namun, peningkatannya tidak terlalu signifikan.

Untuk investasi ini ada satu hal yang harus menjadi perhatian yaitu penggunaan investasi. Untuk tujuan jangka pendek, sebaiknya memilih investasi yang pertumbuhan bisa cepat seperti saham dan falas. Itu pun kalau punya skill dalam trading.

Namun, untuk investasi jangka panjang sebaiknya memilih yang terpercaya seperti emas dan deposito. Bagaimana dengan saham? Saham bisa juga sih untuk jangka panjang, namun sebaiknya memilih emiten yang  memiliki fondasi kuat alias perusahaan bonafit di segmennya.

Nah, itu dia beberapa pilihan yang bisa dimanfaatkan untuk menjadi alternatif investasi masa kini. Apapun pilihan investasinya yang terpenting adalah mulailah. Kalau tidak dimulai, ya jangan harap akan mendapatkan peningkatan nilai. Jangankan meningkat, yang ada malah dana yang saat ini sudah siap sedia untuk diinvestasikan malah ambyar untuk belanja di online shop. Atau mungkin malah habis untuk mentraktir keluarga dan teman.

Mari berinvestasi. 


Selasa, 21 April 2020


Selasa, 07 April 2020

ZenBook Impian dan Liburan Penuh Kesan



Kita sering tak menduga, ada banyak pencapaian besar yang dimulai dari kisah-kisah kecil. Noktah yang terangkai mewujudkan impian.

***

Pagi masih buta saat mata terjaga. Suara orang mengaji dari masjid sudah mulai terdengar. Sayup-sayup. Buru-buru saya bangun, menyambar handphone yang tergeletak tak jauh dari tempat tidur.

“Ini sudah pukul berapa?”

Ah. Lega rasanya, ternyata masih dalam ekspektasi. Ini baru pukul 3.30 pagi. Segera saya bangkit. Pelan-pelan beringsut dari kasur. Meminimalisir gerakan agar suami dan si kecil tidak terjaga.

Pagi itu, seperti yang sudah direncanakan saya akan melakukan perjalanan. Sendirian. Jauh dari keramaian kota Jakarta yang tak pernah berhenti dari gegap gempita. Perjalanan menuju Pulau Pramuka, pulau indah yang berada di Kepulauan Seribu sudah disiapkan sejah jauh hari.

Hampir sejam, segala sesuatu untuk perjalanan sudah tersedia. Tak banyak yang dibawa, karena saya hanya akan satu malam berada di sana. Tak lama setelah menunaikan kewajiban pagi saya pun melangkah ke luar rumah. Bismillah.

***

Padat. pada musim libur natal dan tahun baru, Dermaga Kali Adem disesaki wisatawan yang ingin berwisata ke Pulau Pramuka

Matahari belum terlalu tinggi saat saya tiba di Dermaga Kali Adem, Muara Angke.  Baru pukul 7 pagi. Hari itu, 22 Desember 2018, pelabuhan lebih ramai dari biasa. Ransel dan tas bertumpuk di banyak tempat. Mereka yang datang berkelompok duduk bergerombol menunggu keberangkatan. Di loket pembelian karcis antrian mengular.

“Pada banyak yang mau camping di pulau,” ujar Bapak penjual air kemasan pada saya.

“Biasanya nanti kapalnya juga bakal penuh Neng,” ujarnya lagi.

Yap. Tidak meleset. Penjelasan si Bapak hampir benar secara mutlak. Semua kapal kayu, kapal tradisional milik nelayan, kapal-kapal yang biasanya menyeberangkan penumpang ke beberapa pulau sudah sesak dengan penumpang. Banyak juga yang duduk di atas, mereka semua mengenakan pelampung lengkap.

Di dermaga petugas dari Dinas Perhubungan, dari kepolisian dan dari PELNI terlihat lebih sibuk. Juga ada tim Badan Nasional Narkotika yang memeriksa setiap tas calon penumpang. Tas-tas itu dijejer lalu diperiksa satu persatu, tak boleh ada yang lolos.

Razia Narkoba, petugas memintta calon penumpang membariskan tas sebelum naik kapal. pemeriksaan secara manual dan menggunakan anjing pelacak. 


Di loket antrian, saya masih menunggu giliran. Di tengah antrian yang mengular, saya menoleh ke kiri. Tanpa sengaja mata saya tertumbuk spanduk bertuliskan, Loket Pembelian Tiket Kapal KM Arwana milik BUMN Angkutan Sungai Danau dan Kapal (ASDP)  Tidak ada antrian di sana. Segera saya bergegas meninggalkan barisan. 

Rupanya, di Kali Adem juga tersedia Kapal pemerintah. Kapal ini membawa penumpang ke tiga pulau, Pulau Tidung, Pulau Pramuka dan Pulau Kelapa. Tiketnya Rp 27 Ribu rupiah saja. Jauh lebih murah dibanding menggunakan kapal kayu apalagi kapal cepat yang ongkosnya di atas 50 ribu.

Di kursi pemesanan tiket duduk seorang laki-laki paruh baya.  Namanya Pak Trismo. Mengenakan seragam putih baju dongker milik BUMN Angkutan Sungai Danau dan Pulau (ASDP).

Laki-laki itu tersenyum ramah ketika saya mendekat. Sebelum saya bertanya dia lebih dulu berucap.

“Mau ke Pramuka Mbak?”

Pertanyaan itu saya jawab dengan anggukan. ”Masih ada tiketnya Pak?” Tanpa menunggu, dia pun menyodorkan kertas tiket.

“Kapalnya ada di dermaga paling belakang. Setelah deretan kapal-kapal kayu,” ujar Pak Trismo.

Saya begitu bersemangat. Tak sabar menikmati perjalanan menuju pulau Pramuka. Terlebih lagi, akhirnya saya bisa terbebas dari antrian yang mengular.

Setelah menyerahkan uang, saya permisi dan segera menuju kapal. Agak sulit menemukan Kapal KM Arwana milik ASDP ini. Belum banyak penumpang yang tahu. Bahkan beberapa petugas yang saya tanya tak tahu pasti di mana letaknya. Mungkin karena mereka memang petugas yang hanya diperbantukan sesaat ketika music padat seperti hari itu.

Akhirnya, dengan petunjuk seadanya saya menuju area ujung dermaga. Dan, syukurlah. Di sana, kapal berukuran menengah sedang bersandar.

Berbeda dengan suasana di deretan kapal kayu, di sini jauh lebih sepi. Tak banyak penumpang yang tahu. Mungkin  karena armada ini masih baru. Sosialisasi dari pemerintah dan ASDP sepertinya juga belum terlalu ramai.

Kapal Murah milik Pemerintah, di Kali Adem juga terdapat kapal milik pemerintah, KM Arwana yang lebih bagus dam murah dibanding kapal lainnya. 

***

Suasana di atas KM Arwana begitu berbeda dari ekspektasi saya. Kapalnya bersih. Ada dua area yang bisa digunakan untuk penumpang. Di bagian geladak ada deretan bangku yang tersusun rapi. Mirip ruang makan, dengan deretan meja kursi. Di sana juga ada beberapa tanaman untuk memberi kesan hijau.

Di bagian dek dalam, terdapat ruangan ber-AC. Ada TV layar datar di depan. Kapasitas kursinya kurang dari 200 orang. Terlihat lega dan bersih. Di bagian belakang, terdapat dua toilet yang tak kalah bersih. Terawat dan rapi.

“Ini seperti naik kapal kelas VIP. Penumpangnya sedikit, tapi fasilitasnya bagus begini,” celetuk salah seorang penumpang.

Yap. Penumpang di atas kapal itu sangat jauh dibanding kapasitas yang ada. Tak cukup 25 penumpang. Jadinya kami cepat akrab.  

Beberapa saat duduk di dalam ruangan ber-AC, saya memilih pindah ke luar. Menjadi lebih leluasa  melihat pemandangan di lautan. Memandang Teluk Jakarta dari kejauhan. Dan ketika peluit kapal sudah berbunyi, sudah waktunya kami pergi.

Dalam suasana hening dan sepi itu, saya mulai menikmati perjalanan. Apalagi cuaca hari itu berawan, tidak panas dan tidak hujan. Tapi tak lama saya merasa ada yang kurang. Menikmati laut saja sepertinya tak cukup. Harus ada sesuatu yang bisa membuat perjalanan menjadi lebih menyenangkan. 


"Menulis, adalah bagian paling menyenangkan dalam perjalanan. Miliaran ide bertebaran. Bahkan ketika liburan. Apalagi bila disupport laptop andalan"

Ah. Latop. Itulah yang saya butuhkan. Angin semilir, suara mesin kapal, gelombang air, dan pemandangan ke laut lepas, kombinasi yang pas untuk menuangkan ide. Menuliskan untaian kata menjadi sebuah cerita. Kisah yang akan dikenang sepanjang masa.


Kemewahan, kecanggihan, dan kenyamanan berpadu dalam satu genggaman.


Dalam situasi begini, dengan perjalanan serba seadanya, saya langsung membayangkan sebuah laptop tipis, tapi powerfull. Tipis agar mudah ditenteng-tenteng. Tidak memakan space penyimpanan dalam ransel perjalanan. Tidak menjadi beban. Powerfull mendukung produktivitas. Dan tidak haus daya agar tetap bisa dipakai dalam situasi tak ada colokan listrik.

Saat itu saya jadi teringat dengan teman di kampus. Bukan. Bukan. Sebenarnya bukan sosok teman itu yang saya ingat. Tetapi tentengannya. Laptop ASUS yang selalu ia bawa ke mana-mana untuk menemani produktivitasnya. Saya memang sudah jatuh cinta, ingin memiliki laptop seperti dia, laptop trendy keluarga ZenBook.  

Ya, ya. Sejak kemunculan laptop ASUS, seri ZenBook memang selalu menggoda mata dan hati saya. Bahkan pikiran ini sudah saya utarakan pada suami. 

Di malam peringatan ulang tahun ketiga blog duniabiza.com,  saat kami bersama-sama melakukan evaluasi dan harapan tahunan,  saya sampaikan padanya bahwa saya ingin punya laptop sendiri, pengganti laptop lama yang raib dibawa maling. Sayapun menyadari, laptop suami yang kini sering saya pakai sudah sangat dibutuhkan pemilik sahnya.

“Kalau memungkinkan tahun 2019 Adek mau #PakaiZenBook ya Bang,” pinta saya padanya.

Dia tersenyum. Saya hampir begitu bahagia melihat anggukannya. “Doakan ada rezekinya ya,” ujar suami.

Meski tak jadi girang seratus persen, saya tetap senang. Paling tidak ia memberi persetujuan. Setidaknya impian saya untuk #2019PakaiZenBook  sudah disetujui. Ini hanya persoalan waktu dan juga rezeki.

“Memangnya mau ZenBook yang mana?

Aha. Inilah dia. Bagian ini yang paling saya ingat. Saya pun bersemangat menjelaskan. Saat itu hanya ada satu ZenBook yang menggoda hati. ASUS ZenBook S UX391UA


ASUS ZenBook UX391UA, A Vision of Beauty


Iyap. Sejak pertama melihat ASUS ZenBook UX391UA wara-wiri di timeline media sosial, saya begitu bersemangat. Apalagi banyak blogger keren yang merekomendasikan laptop ini. Ada Mba Mira Sahid, founder Kumpulan Emak Blogger, ada traveler kece Mba Katerina. Mereka adalah perempuan-perempuan yang selalu memotivasi saya untuk tetap bersemangat menulis.

Banyak hal yang membuat saya tertarik dengan ASUS ZenBook UX391UA ini. Profil dan spesifikasinya terasa amat cocok dengan profil saya yang memang sering bepergian. Melakukan perjalanan untuk berbagai keperluan. Untuk pekerjaan maupun untuk liburan.

Bahkan ketika berlibur dengan anak-anak pun saya mesti membawa laptop ke mana-mana. Untuk memudahkan aktivitas sebagai penulis, kebutuhan menyelesaikan tugas kampus dan tentu saja untuk menunjang aktivitas blogging. Bahkan sekadar berjaga-jaga bila ada tugas mendadak.


"No Fuss No Drama"

Tipis dan seksi. Inilah keunggulan utama yang saya paling suka. Beratnya 1 kilogram, dengan tebal hanya 12,9 mm. Ringkas untuk digotong ke mana-mana. Ketika melakukan perjalanan saya tidak perlu memikirkan space besar untuk penyimpanan di dalam tas. Juga tak perlu khawatir beban berat tertumpu di bahu.

Bayangkan bila duduk di seminar, atau saat berbicara dalam conference, dengan ZenBook UX391UA di atas meja, rasanya tak berlebihan bila rasa percaya diri makin kentara. Membuat mood untuk berbicara di depan publik menjadi lebih menyala. 

Untuk dibawa kuliah, dan diboyong tiap hari tentu juga pas. Paling tidak dengan Asus ZenBook UX391UA saya hanya perlu memikirkan beban dari  buku-buku diktat perkuliahan. Apalagi, beban studi di jenjang pascasarjana yang kini saya lalui menuntut hari-hari tak pernah lepas dari pustaka.

Meski tipis, bukan berarti laptop ASUS Zenbook UX391UA ini ringkih. Sama seperti perempuan yang ramping belum tentu ia tak bertenaga. Latihan teratur dan kemampuan menjaga makanan membuat para perempuan tetap berstamina. Makanya ketika harus bepergian dan melakukan perjalanan bahkan saat sendirian perempuan ramping seperti saya tetap bisa bersemangat.

"Sama seperti perempuan ramping belum tentu ia tak bertenaga, ASUS ZenBook UX391UA adalah laptop tipis dan kokoh di kelasnya." 

Begitu pula laptop ASUS ZenBook UX391UA. Meski tipis ia sudah disiapkan untuk menjadi laptop kokoh. Menggunakan desain bodi khusus yang sudah tersertifikasi Military Grade MIL-STD 810G, ZenBook ini bisa aman dari benturan. Jadi saat dimasukkan di dalam tas saya tak perlu terlalu khawatir dengan keamananya. Apalagi untuk saya yang memang lebih suka membawa ransel ke mana-mana.

Meletakkan laptop di punggung dan membawanya keluar masuk kampung untuk penelitian tentu tidak akan membuat khawatir. Nyatanya, laptop ini sudah melewati serangkaian pengujian ekstrem seperti guncangan, jatuh, penggunaan di ketinggian, dan juga penggunaan dengan tes di suhu tinggi dan rendah. Jadi apa yang perlu dikhawatirkan.

Bagi saya yang suka apa adanya, menulis seingatnya. Bahkan ketika dalam perjalanan di pesawat, kereta, maupun di atas kapal,  tak jarang saya membuka laptop dan menuangkan gagasan. Karena di situlah ide berada. Ditemukan di antara romantika perjalanan. Maka saat ide itu tiba hanya satu yang saya harapkan. Kenyamanan.




"More comfortable by design"

Untuk urusan kenyamanan ini, performa laptop sangatlah membantu mood. Apalagi kalau keyboard yang ada bisa dioperasikan dengan nyaman. Urusan mengetik akan menjadi lebih lancar. Tidak perlu merasa kepanasan saat laptop diletakkan di atas paha ketika duduk selonjoran sambil mengetik. Sirkulasi udara yang lebih lancar membuat laptop tak cepat panas.

Capek berpikir dan ingin sedikit refreshing, tinggal hidupkan music atau film. Performa audio dengan kualitas premium siap menemani. Untuk urusan kenyamanan ini, ASUS ZenBook UX391UA sudah siap dengan ErgoLift Design, sebuah rancangan yang sudah mendapat penghargaan secara internasional.

Di luar urusan tampilan. Secara performa, ASUS ZenBook UX391UA jauh meninggalkan laptop di kelasnya. Selain mengedepankan Ergo Lift Design, ZenBook ini ditunjang prosesor Intel Core generasi ke-8, RAM 16 GB. Ruang penyimpanannya pun besar dan tidak membuat performa laptop menjadi lambat karena menggunakan M.2 NVMe PCIe SSD.


"The art of perfection"

Teknologi ini sangat membantu sekali dalam proses kreatif. Mengedit gambar, membuat desain dan edit video. Yap. Soal urusan mengedit video ini seringkali menjadi kendala kalau menggunakan laptop dengan performa apa adanya. Bayangkan bila proses kreatif dikerjakan dengan laptop canggih, hasilnya pasti akan sangat memanjakan daya imajinasi.

Keanggunan, kecanggihan dan desain sempurna yang ditawarkan Asus ZenBook UX391UA menjadi ciri khas yang memanjakan mata. Apalagi ada dua variasi warna yang menggoda, Deep dive blue dan Rose Gold. Pancaran keindahan kedalaman bawah laut dan rona rose yang tak pernah lekang oleh waktu. Apalagi ditambah dengan lampu latar keyboard yang bak bersulam emas. Indah dan sejuk dipandang.


ZenBook UX391UA, full energy, full performance, full confidence


Tut… tut….

Tuuuut…..

Tiga kali peluit berbunyi. Disusul pengumuman kapten kapal yang keluar dari pengeras suara.

“Kita hampir sampai di Pulau Pramuka. Penumpang agar bersiap.”

Ah, tak terasa. Perjalanan 4 jam terlewati dengan sangat menyenangkan. Menyaksikan kapal yang berseliweran. Dan deretan pulau dari kejauhan. Pesona yang tak tergantikan.

Saya kembali memandang berkeliling. Kapal yang nyaman. Lengkap dengan mushola dan ruang peristirahatan. Dan tiba-tiba pandangan mata tertumbuk dengan gulungan kabel hitam.

Penasaran saya mendekat. Rupanya itu colokan untuk menambah daya. Ada 6 slot yang tersedia. Lumayan untuk mengisi daya. Andai saya tahu dari tadi tentu bisa termanfaatkan dengan maksimal.

Melihat colokan itu ingatan akan ASUS Zenbook UX391UA kembali melintas. Bila hari ini saya membawa ZenBook impian itu di dalam tas tentu dengan mudah bisa mencharge. Mengetik sepanjang perjalanan, menuangkan ide tak perlu khawatir kehabisan daya ketika selama berada di pulau yang belum tentu menemukan tempat untuk mencharge baterai.


"Work Longer Charger Faster"

Dengan kapasitas penyimpanan baterai yang tinggi, tak ada lagi kendala untuk tidak menyelesaikan pekerjaan hanya karena persoalan drop daya. Baterainya tahan lama, hingga 13,5 jam. Bila baterai habis dan kita hanya memiliki waktu terbatas untuk pengisian, maka di perjalanan berhenti sebentar di rest area sudah memberi kesempatan untuk pengisian daya.

Dengan teknologi fast charge memungkinkan pengisian kapasistas baterai ZenBook sampai 60 persen dalam waktu 49 menit. Hmmmm….. Sangat praktis dan pantang ribet bukan?

Dan, pengeras suara itu kembali berbunyi. Diiringi sedikit hentakan karena badan kapal yang berbentur dengan dermaga.


Pulau Pramuka, pulau berpenduduk yang menjadi salah satu objek wisata andalan DKI Jakarta


“Selamat datang di Pramuka, semoga bertemu kembali besok.” Ujar awak kapal melepas kami turun di dermaga.

Laut biru, angin sepoi-sepoi dan senyum ramah warga menyapa saat akhirnya saya tiba di Pramuka. Perjalanan monumental di penghujung tahun. Sebuah liburan singkat, sekaligus riset untuk merampungkan sebuah tulisan. Menyelami sisi lain semesta. Menggali kearifan lokal masyarakat yang menjadi kebanggaan bangsa.

Pramuka saya tiba. Ini benar-benar liburan yang asik. Perjalanan penuh semangat untuk meraih impian. #LiburanAsikDenganLaptopASUS #2019PakaiZenBook #ASUSXMiraSahid

***











Selasa, 31 Desember 2019

Kisah Nurman Farieka dan Sepatu Kulit Istimewa




Bukan sekadar urusan produksi, ada dedikasi dan semangat untuk menginspirasi.

***

Rumah bernomor 20 di salah satu gang pemukiman padat bilangan M Thoha Bandung itu terlihat biasa saja. Sama seperti rumah-rumah di sebelahnya. Dari luar tidak  tampak aktivitas yang mencolok. Deretan tanaman hias tersusun rapi menutup dinding rumah berbalut batu alam itu.

Seketika ada rasa ragu, apakah benar itu rumah yang dituju. Sampai akhirnya mata saya tertumbuk pada backdrop berukuran sedang yang tertempel di dinding sebelah kiri. Hirka Chicken Feet Leather. Yap. Pria di balik bisnis itulah yang ingin saya temui siang itu, satu hari sebelum penghujung tahun 2019. Pemuda kelahiran Bandung, 24 tahun lalu itu baru saja menggebrak Indonesia dengan produk kulit sepatu berbahan kulit ceker ayam yang kini telah mendunia, Nurman Farieka Ramdhani.


***

Cukup lama Nurman berbagi cerita mengenai pembuatan sepatu berbahan kulit ceker ayam yang sudah tiga tahun ia kembangkan itu. Dari semula hanya coba-coba akhirnya kini mendunia. Ia sebelumnya tak menyangka bisnis itu bisa berkembang dengan cepat. Bahkan sejak 2019, demi mengembangkan produk baru itu, ia rela meninggalkan usaha sepatu kanvas yang sudah ia geluti sejak beberapa tahun terakhir.

“Banyak pekerjaan yang harus dirampungkan untuk pengembangan, makanya saya ingin fokus dulu ke bisnis sepatu kulit kaki ceker ini,” ujar Nurman. Ada semangat dan harapan dari nada suaranya.

Nurman memang tidak baru-baru amat dalam dunia persepatuan. Sebelum mengembangkan sepatu berbahan kulit kaki ceker ayam, ia sudah mengembangkan usaha sepatu kanvas. Itu pun setelah ia jatuh bangun dalam mengembangkan produk dompet dan aksesori berbahan kulit. Keahlian dalam membuat sepatu kulit kanvas ia dapatkan dari hasil belajar otodidak ke beberapa sentra industri kreatif. Salah satunya pada pengrajin kulit di kawasan Cibaduyut.

Terlahir dari keluarga yang tak punya latar belakang wirausaha, Nurman mengaku sebenarnya ia mulanya hanya tercebur dalam dunia wirausaha. “Karena kebutuhan.” Ceritanya, setelah SMA ia melanjutkan pendidikan di salah satu perguruan tinggi di Bandung. Namun karena ada kendala, terpaksa berhenti di tengah jalan.. Buntutnya, semua fasilitas diputus oleh orang tua.

Nurman muda tidak punya pilihan. Satu-satunya cara untuk tetap bertahan, harus memiliki penghasilan. Maka atas dasar coba-coba ia pun ikut dengan beberapa pengrajin aksesori yang ada di Bandung. Pengalaman karena terpaksa itu justru memancing bakat wirausaha dalam dirinya keluar. Sampai akhirnya ia berani membuat sepatu kanvas.

Usaha sepatu kanvas itu berkembang pesat. Pesanan datang tidak hanya dari Bandung, tetapi juga dari berbagai kota. Tak jarang pula ia kelabakan menerima pesanan dari calon pembeli. Namun, sebuah peristiwa mengalihkan perhatiannya. Nurman, menemukan berkas hasil penelitian sang ayah tentang penggunaan kulit kaki ceker. 

“Saya jadi berpikir, kenapa tidak sekalian dikembangkan menjadi produk sepatu.” ujar Nurman.

Pada 2015 ia pun melakukan uji ketahanan dan uji kelayakan bahan kulit kaki ayam. Ia pun mulai memesan ceker ayam dari pedagang di sekitar rumah. Ada banyak aspek yang ingin dilihat, tentang kekuatan, ketahanan, dan kelenturan. Ia juga mulai menyulap bahan kulit kaki ceker menjadi sepatu.

pekerja sedang melepas kulit kaki ceker ayam


Setiap sepatu memerlukan 20-80 kulit ceker kaki ayam, tergantung model dan tingkat kesulitan pesanan. Pada tahap awal, ia mengembangkan produk sepatu wanita. Saat itu Nurman berasumsi, konsumen perempuan lebih mudah diedukasi untuk menggunakan produk baru.

Setahun bereksperimen, mulai terlihat ada harapan. Bahkan, kualitas sepatu yang dihasilkan jauh di luar bayangannya. Tekstur kulit kaki ceker membuat sepatu terlihat menjadi mewah. Belum lagi, saat itu produk yang dikembangkan belum beredar di pasaran. Maka, pada 2016 ia mulai melakukan analisis pasar.

Merasa mantap, pada 2017, Nurman secara terbuka memperkenalkan produk sepatu kulit ceker ke pasar.  Ia memperkenalkan brand Hierka Shoes, sepatu kulit ceker ayam pertama di dunia. Produk itu lebih banyak dipasarkan lewat media digital, seperti facebook, instagram dan kerjasama dengan beberapa toko online. Ia juga gigih melakukan promosi melalui beberapa event pameran.

Meningkatnya permintaan pasar, membuat Nurman mulai mengenyampingkan produk sepatu kanvas yang sudah ia kembangkan. Empat pekerja yang sebelumnya hanya mengurus sepatu kanvas mulai diperbantukan untuk membuat sepatu kulit ceker ayam. Nurman memberikan pendampingan secara langsung kepada karyawan tentang pengolahannya.

Arman, salah satu pekerja menyebutkan, perpindahan bisnis utama dari kanvas ke sepatu berbahan kulit ceker tidak membuat ia ragu. Secara teknik, menurut Arman pembuatan sepatu dari kulit ceker ayam relatif sama dengan berbahan kanvas.

“Cuma kalau di kulit ayam kita jadi harus lebih banyak sabar karena harus telaten mengurus si kulit cekernya,” ujar Arman sambil tersenyum.


Inovasi Tiada Henti

proses produksi sepatu

Punya produk yang diterima baik oleh pasar, rupanya tak membuat Nurman kalap untuk segera meraih untung. Prinsip kehati-hatian tetap ia jaga. Ia tak mau, demi mengejar kuantitas, kulitas produk yang dihasilkan menjadi terabaikan. Karena itu, ia memilih tidak menggenjot para pekerja dengan target produksi.

Meski tak mengantongi gelar sarjana, Nurman tetap ketat membaca pasar. Ia tak segan berlama-lama diskusi dengan para pengrajin yang lebih sukses, dan membaca kisah-kisah para pengusaha sukses untuk memperkaya wawasan. Tak melulu soal produksi tetapi juga soal pemasaran. Ia merasa sangat penting untuk mengetahui trend dan kecenderungan pasar.

Atas berbagai diskusi dan pembacaan terhadap trend pasar, awal 2019, Nurman mengubah strategi. Tak lagi memproduksi sepatu perempuan. Ia mulai beralih mengembangkan sepatu pria. Sedang sepatu wanita hanya dibuat berdasarkan pesanan.

“Riset pasar menunjukkan laki-laki lebih royal dalam belanja, tapi kecenderungan untuk belanja tidak setinggi perempuan. Sedangkan perempuan lebih gampang belanja tetapi sensitif terhadap harga.”


inovasi dan pengembangan produk hirka. foto; hirka.offiicial

Bagi Nurman, riset tersebut sangat penting. Alasannya,  harga sepatu yang ia jual terbilang tinggi. Untuk setiap sepatu biasanya dihargai sekitar Rp1 juta. Hal ini karena tingkat kesulitan dan lama pembuatan yang diperlukan untuk menyelesaikan 1 sepatu.

Strategi mengembangkan produk laki-laki ini rupanya tak meleset. Selama 2019, ia mengalami peningkatan omset cukup signifikan. 1 bulan permintaan bisa 40-100 sepatu. Namun karena keterbatasan produksi beberapa pemesan terpaksa harus membatalkan order.

Pesanan pun tak hanya datang dari dalam negeri. Beberapa kali ia mendapat pesanan dari luar negeri seperti Arab, Singapura, dan beberapa negara Eropa. Sayangnya, tak semua permintaan bisa dipenuhi.


Demi Lingkungan untuk Masa Depan


ketekunan dan ketelitian menjadi kunci produk yang berkualitas

Mengembangkan sepatu yang diterima pasar tentu saja menggiurkan. Apalagi saat ini belum ada pesaing. Namun bagi Nurman, kebahagiaan memproduksi sepatu kulit ceker ayam tak hanya soal pendapatan. Ia merasa senang karena dengan memanfaatkan kulit ceker ia bisa berkontribusi pada lingkungan.

Kulit ceker ayam, biasanya menjadi menjadi bahan terbuang yang tak termanfaatkan. Dengan menyulapnya jadi sepatu, ia memberi nilai tambah baru. Harga ceker di lingkungan rumahnya pun  menjadi lebih baik. Pedagang sayur biasanya dengan senang hati memasok ceker-ceker yang besar dan baik.

Masyarakat di sekitar lingkungan juga mendapat berkah. Ceker yang sudah dikupas kulitnya biasanya dibagi-bagikan begitu saja oleh Nurman pada tetangga. Para tetangga jadi bersemangat membuat sop ceker ayam. Bila pesanan sedang banyak, ia pun tak segan memberikan ceker yang sudah dikuliti pada pedagang soto dan seblak di sekitar rumah. “Kita bagi-bagi gratis saja buat siapa yang mau.”

Membuat sepatu dari bahan kulit ceker ayam, menurut Nurman juga berkontribusi menjaga kelestarian hewan. Ia berharap dengan beralih menggunakan sepatu berbahan kulit ceker ayam, kebutuhan akan produk sepatu kulit berbahan hewan langka seperti ular sanca dan juga buaya menjadi berkurang. Pemanfaatan ceker ayam tidak mengganggu populasi hewan.

Inovasi dan kreativitas Nurman telah membawanya pada babak baru. Setelah ikut memeriahkan beberapa pameran, pada 2019 ia terpilih menjadi salah satu penerima Satu Indonesia Award 2019 untuk kategori wirausaha. Satu Indonesia Award merupakan penghargaan tahunan yang diselenggarakan PT Astra Internasional yang diberikan kepada sosok-sosok inspiratif dan pembawa perubahan untuk lingkungan. Keberanian Nurman untuk memulai usaha yang “tak biasa” serta kepiawaian dalam membangun pasar membuat ia terpilih sebagai sosok pemuda inspiratif.


semangat dan harapan sambut hari depan

Bagi Nurman, penghargaan itu membanggakan sekaligus memberatkan. Ia senang karena kerja kerasnya mendapat pengakuan. Namun juga menjadi terbebani karena ia tak mau mengecewakan. Karena itu, pada 2020 nanti dia berikhtiar untuk membuat Hirka Shoes menjadi lebih berjaya.

Saat ini, Nurman tengah menyiapkan lima produk unggulan untuk dipasarkan pada 2020. Produk itu terinspirasi dari keberagaman yang ada di Indonesia. Lewat produk sepatunya, Nurman ingin menyebar semangat Bhineka Tunggal Ika, lewat penamaan dan motif produk yang tengah disiapkan. Ia menargetkan, pada tahun ketiga ia bisa memproduksi 500 pcs setiap bulannya.

Pada 2020 pula ia berencana akan mengemas pemasaran dengan lebih baik. Pemanfaatan media digital akan dioptimalkan dengan berbasis riset dan efisiensi. Selain ingin memperluas pasar, ia juga ingin menularkan semangat untuk terus berinovasi pada generasi muda di seantero nusantara.

“Saya ingin, makin banyak wirausaha muda baru yang tumbuh, sehingga Indonesia menjadi lebih kuat.”

#KitaSatuIndonesia
#IndonesiaBicara Baik
***