Sehari sejak Komisi Pemilihan Umum menyampaikan hasil verifikasi calon kepala daerah, waktu tidur Sudarmana berkurang drastis. Calon Wali Kota Cilegon dari jalur independen itu baru bisa tidur selepas tengah malam. Setiap hari ia harus bertemu langsung dengan pemilih. Apalagi saat ini ia tengah diserang kampanye hitam: Sudarmana calon boneka.
Sejak pertama kali mendaftar, ia bersama calon pendampingnya, Marfi Farzan Sudarmana, sudah diterpa isu dianggap sebagai calon boneka. Isu itu menguat lagi setelah pasangan ini dinyatakan lolos verifikasi. Ia dituding sengaja disiapkan sebagai calon bayangan oleh pasangan lawan untuk memastikan pemilihan Bupati Cilegon tak diundurkan hingga 2017. "Bahkan ada yang bilang kami dibayar. Saya katakan itu fitnah," ujar Sudarmana, Kamis pekan lalu. Ia mengaku sudah bergerilya mencari dukungan sejak 2013.



