A homepage subtitle here And an awesome description here!

Rabu, 30 September 2015

Melawan Dominasi Partai

Sehari sejak Komisi Pemilihan Umum menyampaikan hasil verifikasi calon kepala daerah, waktu tidur Sudarmana berkurang drastis. Calon Wali Kota Cilegon dari jalur independen itu baru bisa tidur selepas tengah malam. Setiap hari ia harus bertemu langsung dengan pemilih. Apalagi saat ini ia tengah diserang kampanye hitam: Sudarmana calon boneka.
Sejak pertama kali mendaftar, ia bersama calon pendampingnya, Marfi Farzan Sudarmana, sudah diterpa isu dianggap sebagai calon boneka. Isu itu menguat lagi setelah pasangan ini dinyatakan lolos verifikasi. Ia dituding sengaja disiapkan sebagai calon bayangan oleh pasangan lawan untuk memastikan pemilihan Bupati Cilegon tak diundurkan hingga 2017. "Bahkan ada yang bilang kami dibayar. Saya katakan itu fitnah," ujar Sudarmana, Kamis pekan lalu. Ia mengaku sudah bergerilya mencari dukungan sejak 2013.

Senin, 28 September 2015

Menuju Rumah Masa Depan

Ting! Dentang penanda pesan dari layanan blackberry masenger berbunyi. Spontan, tangan saya bergerak meraih smartphone yang tengah terkapar di meja. Ternyata bukan pesan pribadi. Seorang kenalan, baru saja mengirimkan pesan berjamaah alias broadcast.

Biasanya saya tak menaruh respek pada pesan broadcast yang masuk. Namun kali ini mata saya tertumbuk pada display picture pengirim pesan. Rumah bergaya minimalis dua lantai nan apik. Penasaran saya pun memeriksa pesan yang dikirim.

 "Telah hadir, hunian eklusif dua lantai di Perumahan CitraRaya Tanggerang,...."

Kamis, 20 Agustus 2015

Ratusan Peraturan Daerah Mengancam Publik

Kalangan aktivis menilai ratusan peraturan daerah (perda) masih menjadi ancaman bagi kebebasan publik di berbagai wilayah. Koordinator Gerakan Perempuan untuk Indonesia Beragam, Dwi Rubyanti Khalifah, mengatakan peraturan itu tak hanya meru-
gikan perempuan, tapi juga
kelompok minoritas.

Minggu, 17 Mei 2015

Bermain Pasir Putih dan Karang Cantik di Dodola

Sejumlah kapal layar peserta Sail Morotai yang berlabuh . Tempo/Jhon Seo

Berkunjung ke Morotai tak akan lengkap sebelum berlabuh di Pulau Dodola. Pulau ini terletak sekitar 5 mil dari Kota Daruba, ibu kota Kabupaten Morotai. Di Dodola, Anda akan dimanjakan dengan pemandangan bawah laut yang eksotis. Gerombolan terumbu karang, dihiasi hilir mudik aneka ikan hias, bisa dinikmati dengan mata telanjang dari permukaan laut.
Selain suguhan pemandangan bawah laut, pulau ini juga akan memanjakan setiap wisatawan dengan pasir putihnya. Ada dua jenis pasir putih di sini. Pasir yang lebih halus ada di bagian pantai yang menghadap Pulau Halmahera. Sedang pantai yang menghadap Pulau Morotai pasirnya sedikit lebih kasar. Tak salah, jika Pemerintah Provinsi Maluku Utara menjadikan pulau ini sebagai tempat persinggahan puluhan yatch yang akan berlabuh di Morotai pada puncak Sail Morotai 2012 pertengahan September.

Jumat, 05 September 2014

Ratifikasi Konvensi Rokok Dihadang Empat Menteri



Empat pucuk surat singgah di meja kerja Menteri Kesehatan Nafsiah Mboi dalam tiga bulan terakhir. Pengirimnya adalah empat menteri yang berkepentingan dengan rencana pemerintah meratifikasi Kerangka Kerja Konvensi Pengendalian Tembakau (FCTC). Menteri-Sekretaris Negara Sudi Silalahi, Menteri Perindustrian M.S. Hidayat, Menteri Perdagangan Gita Wirjawan, serta Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi Muhaimin Iskandar yang mengirim surat tersebut.

Surat berkop resmi itu sampai ke tangan Nafsiah tak lama setelah dia mengirim surat ke 18 kementerian terkait dengan rencana ratifikasi FCTC pada 18 Juni lalu. "Keempat surat itu intinya meminta kami mempertimbangkan kembali rencana ratifikasi," kata Nafsiah, Jumat pekan lalu.

Sudi Silalahi, dalam suratnya, meminta setiap kementerian menyatukan suara soal pentingnya ratifikasi sebelum benar-benar meratifikasi konvensi yang kini sudah diteken oleh 177 negara itu. M.S. Hidayat meminta Nafsiah mempertimbangkan nasib industri rokok lokal setelah ratifikasi.